SAAT MALAM

Kuyakin, malam ini saya tak bisa lagi tidur. Sampai pagi, mata ini tak akan bisa kubujuk untuk tidur. Dan yang paling kubenci, setiap mata tak bisa kompromi seperti ini, sesosok bayangan akan datang mempermainkanku. Jika kutepis, dia akan datang dalam mimpi burukku dalam tidurku esok hari.

Hhhhaahhhh…! Rongga dadaku sepertinya menyempit. Alveolusku sepertinya gagal melaksanakan tugasnya sebagai tempat pertukaran oksigen dan karbondioksida. Arteri pulmonalisku seperti melebar, sedangkan vena pulmonalisku menyempit, membuat oksigen di rongga dadaku kurasa berkurang. Hhhhhahhh….! Sekali lagi kuhempas napas. Masih tetap sesak! Ya, Allah! Aku ingin tidur malam ini. Ingin sekali! Ya, Allah…. Sudilah menukar mimpi burukku selama ini dengan mimpi harapan.
Kini, tak cukup dengan menghempas napas! Kucoba mengelus dada dengan istighfar, semoga menjadi mantra pengusir sosok yang selalu hadir di mimpi burukku! Allahku, hanya Engkau yang mampu mengusir mimpi buruk itu! Jangan pernah datangkan lagi mimpi serupa itu di malam-malamku!
Malam semakin menanjak. Sebentar lagi akan tergelincir di subuh yang dingin. Gerimis tipis perlahan menebal, sayup, lalu tipis kembali. Tak usah kubujuk, mataku memang tak bisa terpejam malam ini. Tak mengapa! Demi tak bertemu sosok-sosok yang selalu hadir dalam mimpi burukku. Biarlah! Akkhhh, sepertinya saya telah terbiasa dengan kata ‘biarlah’. Mengapa sedikit pun saya tak pernah berusaha melawan? Ahhh… biarlah! Buat apa melawan, ini adalah takdir, meski kutahu setengahnya adalah pilihanku!
Allahku…! Engkau seperti prasangkaku, kan? Dan saya akan selalu datang padamu dengan prasangka baik! Engkau akan mengusir sosok-sosok itu dari mimpi burukku! Engkau akan menggantinya dengan mimpi manis yang seumur hidupku belum pernah kurasakan! Belum pernah ya, Allah! Mungkinkah malam ini terkabul ya, Allah? Mungkin mustahil, karena saya telah yakin, malam ini saya takkan bisa tertidur! Kutunggu di malam-malam berikutnya, wahai Yang Tak Pernah Tidur! Kuakan selalu menunggu, wahai Yang Tak Beranak dan Tak Diperanakkan! Hanya Engkau!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: