EKPRESI KEJUJURAN

Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari
seseorang.
Orang paling kejam didunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah
bengisnya.

Perhatikanlah ayah Anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan
ringkih,
betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulai
terpahat di wajahnya.

Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita,
anak-anaknya. Orang inilah yang rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang
dan pendidikan kita berjalan lancar.

Sekarang, beralihlah!!!
Lihatlah ibunda Anda yang sedang tidur!!
Kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita
itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras.
Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita!!!

Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata
karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah tatap wajah orang-orang tercinta itu!
Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan saat menatap wajah yang
terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya
pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.

Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa
selalu saja nampak besar.

Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui
wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.

Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan. Dan ekspresi
wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.

Tanpa kata, tanpa suara dia berkata!!

betapa lelahnya aku hari ini

Dan penyebab lelah itu?
Untuk siapa dia berlelah-lelah?
Tak lain adalah untuk kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah,
Istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, mengatur rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka
bersama kita.

Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap
wajah-wajah mereka saat mereka tertidur.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu
semua.

Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka, orang-orang
terkasih itu tak lagi membuka matanya, selamanya

Ya Allah ya Ghaffar!!

Muliakanlah Ibu dan bapak kami!!
Muliakanlah pula istri/suami dan anak-anak kami!!!
Muliakanlah kakak dan adik kami,kakak dan adik ipar kami
Muliakanlah keponakan-keponakan kami
Muliakanlah mereka dan kami di dunia dan akhiratMu

Ya Allah ya Rahmaan
Ijinkanlah kebersamaan yang telah kau berikan di dunia ini bersama mereka,
Engkau kekalkan di akhirat nanti
Ijinkanlah kami masuk ke dalam Jannah-Mu kelak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: